Doorgaan naar hoofdcontent

Untitled v2.
Pelangi Sehabis Hujan.

Kembali mengenang luka ini yang pernah kutuliskan,
Bahwa hidup tidak lah mudah,
Terkadang harus ada banyak hal yang dikorbankan.
Hingga ketakukan untuk mencintai seseorang pun harus dikorbankan.
Bukankah manusia hidup harus berpasangan?

Tapi aku takut untuk itu.

Luka ini udah kering,
Tapi selalu ada keinginan untuk menorehkan lagi ketika aku sakit seperti ini.
Ada keinginan untuk ku bisa merasakan lagi keluarga intiku,
Tapi ku tahu itu tak mungkin.

Aku tau,
Ada pelangi setelah hujan.
Dan aku terus menanti itu.

"Jalan hidupku tak selalu tanpa kabut yang mekar.
seperti pelangi, sehabis hujan.. Itu lah janji setia Mu Tuhan,,
Dibalik duka ku telah menanti harta yang tak ternilai dan abadi.."
Lagu lagu seperti ini yang selalu kuatkan aku.
Dan temanku yang bantu aku mengurai semua pikiranku.
Thx for dear special friend.

Send from My Nokia E71 device with Axis World Service.

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..