Diawal tahun kuliah ku, aku bertemu dengan salah satu teman. Entah kenapa aku pun sempat cerita tentang keluargaku. Ahh.. Aku merasa salah cerita, semoga aku ga salah. Aku ga berharap apa apa dari dia. Tapi aku mendapatkan pelajaran dari dia. Sekian lama aku merenungkan semua sikap, kelakuan dan perkataan temanku itu. Ahh.. Semuanya membuat ku bimbang. Sangat tidak adil memang ketika aku bisa menerima dia yang hanya seorang teman, tapi aku tak bisa menerima ibuku yang melahirkan aku dan merawatku dari kecil. Ke bimbangan, kesakitan ketakutan dan kerinduan, itulah yang ku rasakan. Kurang lebih satu sampai satu setengah tahun aku memikirkannya, tiba tiba ibuku datang setelah aku operasi usus buntu tahun lalu. Hubungan ku tak begitu saja membaik setelah dia meminta maaf padaku. Masih ada rasa sakit benci dan perih di hati ini. Sikapnya membuat ku ragu untuk memaafkannya. Rasa benci bercampur tangis ketika membuang semua pemberian darinya. Ku berlari kekamar sambil menahan bekas opera...
Catatan kecil dari hati yang biasanya terabaikan.