Natal kali ini seperti sial bagiku, Setelah sakit yang dirasakan pelindungku, kondisi tubuhku pun perlahan menurun. Niat ku untuk berpuasa sebelum Natal tiba, seolah mengalami banyak rintangan. Panas tinggi sampai hampir 40 o C, tetap memaksakan diri untuk bisa mengikuti misa Natal. Mengikuti gereja di Malam Natal, sampai tubuhku pucat, lemah dan diperlukan tim medis. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ditengah - tengah misa Natal yang sangat indah itu. Tangis ku terpecah hari ini, setelah melewati Natal yang begitu sunyi. Tubuh ini seakan marah, tapi tak mampu. Menyerahkan seutuhnya diri dalam Nama-Mu Yang Agung. Aku sungguh menyerah, tak sanggup atas apa yang haru ku alami. Merasa jauh dari kasih-Nya, merasa jauh dari sempurna, Hanya dalam kasih-Nya yang aku inginkan, merasakan hidup tenang, boleh bekerja dan menyeimbangkan hidup. Aku mengakui aku lemah dengan apa yang ada sekarang, Kalau boleh aku mengubah waktu, mencoba untuk menukar apa yang aku miliki, Atau ...
Catatan kecil dari hati yang biasanya terabaikan.