Doorgaan naar hoofdcontent

Posts

Posts uit 2013 tonen

Natal Ketiga

Natal kali ini seperti sial bagiku, Setelah sakit yang dirasakan pelindungku, kondisi tubuhku pun perlahan menurun. Niat ku untuk berpuasa sebelum Natal tiba, seolah mengalami banyak rintangan. Panas tinggi sampai hampir 40 o C, tetap memaksakan diri untuk bisa mengikuti misa Natal. Mengikuti gereja di Malam Natal, sampai tubuhku pucat, lemah dan diperlukan tim medis. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ditengah - tengah misa Natal yang sangat indah itu. Tangis ku terpecah hari ini, setelah melewati Natal yang begitu sunyi. Tubuh ini seakan marah, tapi tak mampu. Menyerahkan seutuhnya diri dalam Nama-Mu Yang Agung. Aku sungguh menyerah, tak sanggup atas apa yang haru ku alami. Merasa jauh dari kasih-Nya, merasa jauh dari sempurna, Hanya dalam kasih-Nya yang aku inginkan, merasakan hidup tenang, boleh bekerja dan menyeimbangkan hidup. Aku mengakui aku lemah dengan apa yang ada sekarang, Kalau boleh aku mengubah waktu, mencoba untuk menukar apa yang aku miliki, Atau ...

Mereka

Perkenalkan, ini adalah ibuku. Namanya Ibu Asri Wulandari. Dia yang selalu aku ceritakan dalam blog ini. Dia yang selalu menorehkan luka sejak aku kecil. Dia mulai mencoba menginggalkan kami sekeluarga ketika aku kelas 3 sd. Dia menyelesaikan Cinta Lama Belom Kelarnya dengan Nurahman yang sekarang menjabat sebagai Kepala Pusat Perencanaan Tenaga Kerja di Sekjen Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia . Banyak kejadian buruk yang aku alami sejak ibuku berhubungan dengan Nurahman. Ketika tahun 2007, ibuku dan aku pernah terlibat pertengkaran hebat di kamar kost ku di Yogyakarta. Ketika itu, ibuku yang katanya menyayangi aku bisa mengatakan "Kamu itu dari dulu udah banyak orang tua yang bilang, kamu harusnya tidak usah lahir. Kamu yang menyebabkan perceraian ibumu dengan bapakmu. Kamu dari kecil udah menghabiskan banyak uang. Asal kamu tau kamu itu cuma bawa sial.." dan banyak kata - kata menyakitkan lainnya. Entah mengapa sejak dulu aku dan ibuku j...

Ini Belum Selesai

Setelah apa yang kita lalui sampai sejauh ini, sudahkah kamu merasa nyaman? Perasaanku tak menentu malam ini. Entah apa yang sedang berputar dikepalaku. Tapi rasa tidak tenang terus berputar disini. Kesedihan berkecamuk dalam hatiku. Ada rasa sedih mendalam yang tidak bisa kusembunyikan malam ini. Kepala ku ingin melayang jauh ketempat yang membawaku akan tertidur selamanya. Aku merasakan jantungku berdegup kencang malam ini. Tak sanggup membayangkan masa depan yang akan aku dapatkan. Rasa sakit dalam tubuh ini kembali menaikkan emosi depresiku. Kepala ku tegang. Tubuh ku kaku, tulang tulang ku mengeras dan hatiku hancur. Aku tak tahu apa yang aku rasa. Tapi rasa tidak lagi nyaman, terus menghantuiku. Ingin ku baringkan tubuhku hanya dipangkuan Mu ya Yesus.. Meringkuk kesakitan akan pilunya hidup yang harus aku jalani. Dalam pelukan Mu - Aku mengadu kejamnya jalanku dan betapa berdurinya aspal yang terlihat licin. Aku tak melihat air seperti sebelumnya.. Kasih Mu, hanya kembali ...

Never Ending Story

Ada kejadian ketika aku di Malaysia, Hassan melaporkan aku ke polisi. Kenapa itu terjadi? Karena dia pada saat itu secara jelas mengatakan "iya aku membela pembantuku emang kenapa?" itu membuat aku semakin tersudut dan kehilangan kesabaran. Pikir ku waktu itu, bahkan hingga saat ini orang yang katanya suamiku sendiri pun tidak membela aku. Aku stress dan tertekan, sampai kapan tidak ada satupun orang yang membelaku.  Ketika di kantor polisi, semua polisi disitu membelaku. Kenapa aku sebagai istri yang malah dipersalahkan. Tapi Hassan tidak berkata apa apa. Kami pulang, aku lari, dia datang menjemput dan menganggap seolah tidak ada kejadian apa apa. Ada yang tahu perasaan ku saat itu? Ada yang tahu sakitnya aku terluka?  Kedua kalinya orang melaporkan ku kepolisi, untuk hal yang aku bela untuk diriku sendiri. Ada kah dari keluarga ku yang protes dan berteriak atau membela ku?  Tidak.. dan aku masih menangis hingga aku menulis ini.  Memang tidak ada ya...

TItik Koma

Ku temui diriku dalam ke hampaan disini, Sepi tak ada embun yang menyapa, ditemani api dan hujan. Tak ada hangat yang membara, Aku sungguh menyenangi apa yang kita punya. Walaupun kini aku sendiri tak menyapa.

Aku Teringat

Tiba tiba aku teringat, Kejadian beberapa tahun lalu yang membekas di ingatanku. Sulit untuk aku lepaskan, Ketika itu sore menjelang malam, Kejadian yang begitu cepat. Dipicu hal sepele, hanya sekedar meminjam mobil. Tapi karena disepelekan, dan aku marah.. Ktika aku marah, dan mereka tak terkendali. Ibuku menjatuhkan tubuhku hingga dilantai. Dia berada di dekat kepalaku, tak berhenti menghantam kepalaku ke arah lantai. Adik ku, sibuk mencari tali untuk mengikatku. Sementara itu, aku merasakan ada lutut di punggungku. Menekanku, sambil menarik tanggan ku kebelakang. Aku tau, tanggan yang menarik tanggan ku adalah tanggan Dwiki Meinadi. Dia pacar adik ku. Sesekali dia mencekik leherku ketika aku memberontak. Atau menjambak rambutku. Ayah ku menyaksikannya. Tanpa berbuat apa apa. Aku berteriak, Aku bukan anak kecil. Aku bisa diajak bicara, aku orang yang cukup terbuka untuk berbicara. Tentang apapun itu, dan aku akan selalu mencoba memahami itu. Aku tida...