Doorgaan naar hoofdcontent

Never Ending Story

Ada kejadian ketika aku di Malaysia, Hassan melaporkan aku ke polisi. Kenapa itu terjadi? Karena dia pada saat itu secara jelas mengatakan "iya aku membela pembantuku emang kenapa?" itu membuat aku semakin tersudut dan kehilangan kesabaran. Pikir ku waktu itu, bahkan hingga saat ini orang yang katanya suamiku sendiri pun tidak membela aku. Aku stress dan tertekan, sampai kapan tidak ada satupun orang yang membelaku. 

Inline image 2Ketika di kantor polisi, semua polisi disitu membelaku. Kenapa aku sebagai istri yang malah dipersalahkan. Tapi Hassan tidak berkata apa apa. Kami pulang, aku lari, dia datang menjemput dan menganggap seolah tidak ada kejadian apa apa.

Ada yang tahu perasaan ku saat itu? Ada yang tahu sakitnya aku terluka? 
Kedua kalinya orang melaporkan ku kepolisi, untuk hal yang aku bela untuk diriku sendiri. Ada kah dari keluarga ku yang protes dan berteriak atau membela ku? 
Tidak.. dan aku masih menangis hingga aku menulis ini. 

Memang tidak ada yang peduli. Semua hanya peduli pada nama baik, bukan mementingkan perasaan, hingga aku tidak mengerti arti sebuah keluarga, dibalik hanya membantu dari sisi keuangan. 

Jangan salahkan aku kalau aku menjauh dari Hassan, menekan ku untuk tidak ke gereja, untuk tidak membawa Edgard ke Gereja, dan tidak membelaku, itu semua sudah cukup menjadi alasan. 

Dan saat ini ketika aku bercerita dengan mas Andri pun, tidak membela aku. Persetan dengan semua orang yang pernah mengatakan akan membela ku ketika aku disakiti. Mana buktinya? aku tidak merasakannya hingga detik ini. 

Semua masih tetap menyalahkan aku, kalian tidak mengerti perasaan ku. Teman ku berkata "apa mau tunggu jatuh sakit di gebukin kayak TKI kita di Malaysia dulu baru dibela? Terlambat.." 

Inline image 3Aku tidak memulai pertengkaran, aku hanya ingin berkomunikasi dan membuat kalian sadar, aku punya perasaan. Kalau kalian merasa tidak perlu membela ku, ya it is ok. Tapi buat ku ini adalah masalah prinsip, yang dimana tidak bisa termaafkan. Sama seperti kalian yang pernah memukuliku ketika aku masih hamil Edgard, aku akan mengingat terus itu. Ibu, cuit, eki yang bukan keluarga pu ikut memukuli ku, Bapak yang harusnya membelaku, duduk terdiam tak berkata apa apa. Semua itu tidak terlupakan, apalagi termaafkan. 

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..