Ada kejadian ketika aku di Malaysia, Hassan melaporkan aku ke polisi. Kenapa itu terjadi? Karena dia pada saat itu secara jelas mengatakan "iya aku membela pembantuku emang kenapa?" itu membuat aku semakin tersudut dan kehilangan kesabaran. Pikir ku waktu itu, bahkan hingga saat ini orang yang katanya suamiku sendiri pun tidak membela aku. Aku stress dan tertekan, sampai kapan tidak ada satupun orang yang membelaku.
Ketika di kantor polisi, semua polisi disitu membelaku. Kenapa aku sebagai istri yang malah dipersalahkan. Tapi Hassan tidak berkata apa apa. Kami pulang, aku lari, dia datang menjemput dan menganggap seolah tidak ada kejadian apa apa.
Aku tidak memulai pertengkaran, aku hanya ingin berkomunikasi dan membuat kalian sadar, aku punya perasaan. Kalau kalian merasa tidak perlu membela ku, ya it is ok. Tapi buat ku ini adalah masalah prinsip, yang dimana tidak bisa termaafkan. Sama seperti kalian yang pernah memukuliku ketika aku masih hamil Edgard, aku akan mengingat terus itu. Ibu, cuit, eki yang bukan keluarga pu ikut memukuli ku, Bapak yang harusnya membelaku, duduk terdiam tak berkata apa apa. Semua itu tidak terlupakan, apalagi termaafkan.
Ada yang tahu perasaan ku saat itu? Ada yang tahu sakitnya aku terluka?
Kedua kalinya orang melaporkan ku kepolisi, untuk hal yang aku bela untuk diriku sendiri. Ada kah dari keluarga ku yang protes dan berteriak atau membela ku?
Tidak.. dan aku masih menangis hingga aku menulis ini.
Memang tidak ada yang peduli. Semua hanya peduli pada nama baik, bukan mementingkan perasaan, hingga aku tidak mengerti arti sebuah keluarga, dibalik hanya membantu dari sisi keuangan.
Jangan salahkan aku kalau aku menjauh dari Hassan, menekan ku untuk tidak ke gereja, untuk tidak membawa Edgard ke Gereja, dan tidak membelaku, itu semua sudah cukup menjadi alasan.
Dan saat ini ketika aku bercerita dengan mas Andri pun, tidak membela aku. Persetan dengan semua orang yang pernah mengatakan akan membela ku ketika aku disakiti. Mana buktinya? aku tidak merasakannya hingga detik ini.
Semua masih tetap menyalahkan aku, kalian tidak mengerti perasaan ku. Teman ku berkata "apa mau tunggu jatuh sakit di gebukin kayak TKI kita di Malaysia dulu baru dibela? Terlambat.."
Reacties
Een reactie posten