Natal kali ini seperti sial bagiku,
Setelah sakit yang dirasakan pelindungku, kondisi tubuhku pun perlahan menurun.
Niat ku untuk berpuasa sebelum Natal tiba, seolah mengalami banyak rintangan.
Panas tinggi sampai hampir 40o C, tetap memaksakan diri untuk bisa mengikuti misa Natal.
Mengikuti gereja di Malam Natal, sampai tubuhku pucat, lemah dan diperlukan tim medis.
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ditengah - tengah misa Natal yang sangat indah itu.
Tangis ku terpecah hari ini, setelah melewati Natal yang begitu sunyi.
Tubuh ini seakan marah, tapi tak mampu.
Menyerahkan seutuhnya diri dalam Nama-Mu Yang Agung.
Aku sungguh menyerah, tak sanggup atas apa yang haru ku alami.
Merasa jauh dari kasih-Nya, merasa jauh dari sempurna,
Hanya dalam kasih-Nya yang aku inginkan, merasakan hidup tenang,
boleh bekerja dan menyeimbangkan hidup.
Aku mengakui aku lemah dengan apa yang ada sekarang,
Kalau boleh aku mengubah waktu, mencoba untuk menukar apa yang aku miliki,
Atau memohon pada Yang Kuasa, agar jiwa ini terbebas dari semua yang membelenggu.
Tetes air mata mewarnai Natal ku kali ini,
Menyerahkan diri kepada Dia yang lahir kedunia, yang harusnya ku sambut bahagia,
Tapi kali ini aku berkata "Yesus aku menyerah, tubuhku lemah dan tak berdaya"
Setelah sakit yang dirasakan pelindungku, kondisi tubuhku pun perlahan menurun.
Niat ku untuk berpuasa sebelum Natal tiba, seolah mengalami banyak rintangan.
Panas tinggi sampai hampir 40o C, tetap memaksakan diri untuk bisa mengikuti misa Natal.
Mengikuti gereja di Malam Natal, sampai tubuhku pucat, lemah dan diperlukan tim medis.
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ditengah - tengah misa Natal yang sangat indah itu.
Tangis ku terpecah hari ini, setelah melewati Natal yang begitu sunyi.
Tubuh ini seakan marah, tapi tak mampu.
Menyerahkan seutuhnya diri dalam Nama-Mu Yang Agung.
Aku sungguh menyerah, tak sanggup atas apa yang haru ku alami.
Merasa jauh dari kasih-Nya, merasa jauh dari sempurna,
Hanya dalam kasih-Nya yang aku inginkan, merasakan hidup tenang,
boleh bekerja dan menyeimbangkan hidup.
Aku mengakui aku lemah dengan apa yang ada sekarang,
Kalau boleh aku mengubah waktu, mencoba untuk menukar apa yang aku miliki,
Atau memohon pada Yang Kuasa, agar jiwa ini terbebas dari semua yang membelenggu.
Tetes air mata mewarnai Natal ku kali ini,
Menyerahkan diri kepada Dia yang lahir kedunia, yang harusnya ku sambut bahagia,
Tapi kali ini aku berkata "Yesus aku menyerah, tubuhku lemah dan tak berdaya"
Reacties
Een reactie posten