Setelah apa yang kita lalui sampai sejauh ini, sudahkah kamu merasa nyaman?
Perasaanku tak menentu malam ini. Entah apa yang sedang berputar dikepalaku. Tapi rasa tidak tenang terus berputar disini. Kesedihan berkecamuk dalam hatiku. Ada rasa sedih mendalam yang tidak bisa kusembunyikan malam ini. Kepala ku ingin melayang jauh ketempat yang membawaku akan tertidur selamanya.
Aku merasakan jantungku berdegup kencang malam ini. Tak sanggup membayangkan masa depan yang akan aku dapatkan. Rasa sakit dalam tubuh ini kembali menaikkan emosi depresiku. Kepala ku tegang. Tubuh ku kaku, tulang tulang ku mengeras dan hatiku hancur. Aku tak tahu apa yang aku rasa. Tapi rasa tidak lagi nyaman, terus menghantuiku.
Ingin ku baringkan tubuhku hanya dipangkuan Mu ya Yesus..
Meringkuk kesakitan akan pilunya hidup yang harus aku jalani.
Dalam pelukan Mu - Aku mengadu kejamnya jalanku dan betapa berdurinya aspal yang terlihat licin. Aku tak melihat air seperti sebelumnya.. Kasih Mu, hanya kembali pada Mu yang aku rindukan,
Tuhan aku tak mengerti apa yang sedang Kau buat untuk ku..
Apakah lagi jalan berduri dengan sedikit ikan dan roti. Atau kah jembatan yang indah untuk mendapati mentari yang lebih indah?
Aku tahu Tuhan, ini belum selesai..
Hingga ku dapati mentari di malam hari, menjemputku dengan senyum kehangatan..
Itu pasti hanya Engkau yang mengirimnya.
Perasaanku tak menentu malam ini. Entah apa yang sedang berputar dikepalaku. Tapi rasa tidak tenang terus berputar disini. Kesedihan berkecamuk dalam hatiku. Ada rasa sedih mendalam yang tidak bisa kusembunyikan malam ini. Kepala ku ingin melayang jauh ketempat yang membawaku akan tertidur selamanya.
Aku merasakan jantungku berdegup kencang malam ini. Tak sanggup membayangkan masa depan yang akan aku dapatkan. Rasa sakit dalam tubuh ini kembali menaikkan emosi depresiku. Kepala ku tegang. Tubuh ku kaku, tulang tulang ku mengeras dan hatiku hancur. Aku tak tahu apa yang aku rasa. Tapi rasa tidak lagi nyaman, terus menghantuiku.
Ingin ku baringkan tubuhku hanya dipangkuan Mu ya Yesus..
Meringkuk kesakitan akan pilunya hidup yang harus aku jalani.
Dalam pelukan Mu - Aku mengadu kejamnya jalanku dan betapa berdurinya aspal yang terlihat licin. Aku tak melihat air seperti sebelumnya.. Kasih Mu, hanya kembali pada Mu yang aku rindukan,
Tuhan aku tak mengerti apa yang sedang Kau buat untuk ku..
Apakah lagi jalan berduri dengan sedikit ikan dan roti. Atau kah jembatan yang indah untuk mendapati mentari yang lebih indah?
Aku tahu Tuhan, ini belum selesai..
Hingga ku dapati mentari di malam hari, menjemputku dengan senyum kehangatan..
Itu pasti hanya Engkau yang mengirimnya.
Reacties
Een reactie posten