Kejadian beberapa tahun lalu yang membekas di ingatanku.
Sulit untuk aku lepaskan,
Ketika itu sore menjelang malam,
Kejadian yang begitu cepat.
Dipicu hal sepele, hanya sekedar meminjam mobil.
Tapi karena disepelekan, dan aku marah..
Ktika aku marah, dan mereka tak terkendali.
Ibuku menjatuhkan tubuhku hingga dilantai.
Dia berada di dekat kepalaku, tak berhenti menghantam kepalaku ke arah lantai.
Adik ku, sibuk mencari tali untuk mengikatku.
Sementara itu, aku merasakan ada lutut di punggungku.
Menekanku, sambil menarik tanggan ku kebelakang. Aku tau, tanggan yang menarik tanggan ku adalah tanggan Dwiki Meinadi. Dia pacar adik ku.
Sesekali dia mencekik leherku ketika aku memberontak.
Atau menjambak rambutku.
Ayah ku menyaksikannya. Tanpa berbuat apa apa.
Aku berteriak,
Aku bukan anak kecil. Aku bisa diajak bicara, aku orang yang cukup terbuka untuk berbicara. Tentang apapun itu, dan aku akan selalu mencoba memahami itu.
Aku tidak bisa bernapas,
Dwiki alias Eki menekan dibagian jantungku. Tak ada seorang pun yang menolongku.
Tak juga ayah ku, atau ibuku. Mereka tak peduli dan terus memukul ku.
Entah apa yang ada dipikiran mereka.
Kejadian itu berlangsung cukup lama.
Dan ibuku mencoba memanggil polisi,
Itu membuatku semakin kecewa.
Betapa sakitnya aku ketika itu.
Ketika orang orang diluar sana berbicara padaku dengan keterbukaanku,
Tapi tak ada seorang pun yang mengajakku bicara.
Tengah malam itu, akhirnya ayah ku memutuskan untuk membawa ku ke rumahnya.
Kurasa, muka ku bengkak parah saat itu.
Badan ku biru semua, aku sudah tak ingat lagi apa yang mereka lakukan.
Ingatan ku selalu memutar kejadian buruk itu, bangun dengan menangis, sering ku alami dimalam malam berikutnya.
Tak ada yang tahu, aku terluka dan trauma. Setelah itu, hari hari berjalan seperti biasa bagi mereka. Dan aku mencoba menutupinya.
Reacties
Een reactie posten