Doorgaan naar hoofdcontent

Dinner Kenangan, Pecel Lele Kaki Lima Duta Mas.

Makan malam ku hari ini, seperti biasa, bersama cici and kakak ku.
Kita makan di Duta Mas kali ini, pecel lele favorit kluarga kandungku. Agak terasa berat ketika mau melangkah ketempat itu.
Hanya tempat makan kaki lima sederhana dipelataran pertokoan daerah Duta Mas.

Ku pesan makanan seperti biasa, lalu menduduki bangku di sekitar kompor. Ada yang berubah dari tempat ini, pelayannya dan ada meja tambahan baru didekat gerobak liang teh. Tempat yang aku duduki adalah tempat yang biasa aku duduki 11 tahun lalu.

Makanan datang lalu aku mulai menyantapnya. Perbedaan menu ku dengan 11 tahun lalu hanyalah kali ini aku pesan ampela. Nasi uduk ditambah Lele dengan ampela plus segelas liang teh.
Ku nikmati makanan ku, tapi terus saja terlintas bayangan masa lalu di benak ku.

Ada rasa sakit lagi ketika semuanya mengalir bak cerita.

Terlintas ketika aku keluar dari rumah, sambil dengan teriakan khas gaya ibuku "pintunya jangan lupa di kunci, ayo cepet, de cuit mana?" khas sekali masih ditelinga ku. Lalu kami semua naik ke mobil, aku, ayahku, ibuku, adik ku dan kakakku. Sampai disana aku duduk dan memesan menuku. Kakakku tak pernah memesan lele, tidak suka ikan katanya. Sedangkan kami, tetap memesan lele. Sambalnya yang enak membuat kami semakin suka melahapnya.

Air mata ku menetes..

Setelah selesai makan dan ibuku menyelesaikan pembayaran, kami langsung naik ke mobil. Dan ketika itu, aku pun langsung pura pura tidur, hahaha..
Malas rasanya aku harus buka pintu, cuci cuci, ganti baju lalu baru boleh tidur. Rasanya sudah ingin menghempaskan diri kekasur, lalu tidur.

Air mata terus menetes saat ku makan, tapi bayangan itu terus berputar. Arrggghhh.. Sakit rasanya.
Cici ku tahu kalau air mata ini sudah menetes.
"de', cici tau dek.. Knp cuma lele ini yg rame.. Yg lain nya sepi sepi aja kan.. Soalnya pake minyak babi dek'.. Kyk bakso babi yg kmu critain kmrn"

Hihihii.. Dia berhasil membuat senyum di sela tetesan air mataku.

"udah ah.. Jangan nangis lagi" katanya

Aku terdiam.. Tak berkutik memandangi piring ku yang sudah kosong. Teringat dulu kalau aku kepanasan dengan lele itu, ayahku pasti membukakannya untuk ku.

Tiba tiba cici ku berkata lagi,
"udah dek.. ga usah di pikirin minyak babinya, makan aja udah enak!"

Hahahaha.. Kali ini membuat ku geli.
Siapa yang mikirin minyak babi,
ucapku dalam hati. Tapi tangis ku berhasil dihentikannya.

Ku beranjak keluar selagi mereka melakukan pembayaran. Ku pandangi jalan dan terlintas ketika mobil keluargaku masuk ke halaman parkir, lalu kami semua turun satu persatu dari mobil itu. Terlihat seperti aku berlari keluar dari mobil, lalu segera menghampiri kaki lima ini.

Air mata ku menetes lagi, kali ini tak terbendung.
Ku coba melupakannya sembari berjalan perlahan menuju mobil kami.
Tiba tiba kakakku menepuk bahu ku dan berkata
"Jangan nangis lagi dek'.. Ga usah di inget inget lagi.. Kapan kapan kita ajak bapak ma dek cuit makan disini rame - rame.. Yang penting skarang kita bisa makan disini, bisa hidup, itu dah bisa bikin hidup kita lebih baik"


Send from My Nokia E71 device with Axis World Service.

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..