Doorgaan naar hoofdcontent

Selalu Ada Saja

Yah, semuanya begitu terasa membosankan saat ini. Gairah hanya ketika untuk kerja dan hang out dengan teman. Selebihnya? Entah kemana. Sering kali ku dapatkan kenyamanan tapi semua berlalu begitu cepat. Sejak dia berganti hati, hari ku berganti mati. Sering ku sesali semua yang pernah menghampiri kita, sering ku ingin memutar semuanya kembali dan membuat kita baik baik saja.

Semuanya terasa begitu membosankan. Lagi lagi tetap terduduk di ruangan ini menatap pilar yang tak pernah bisa ku tebus. Masih tak mengerti arah lautan tapi aku yakin kapalku mampu menembusnya, walaupun sejuta binatang laut mencoba menggodaku dan aku pun terpaku, tapi semua itu ku rasa semu. Jenuh dan jemu dibalik layar yang kuinginkan.

Kuinginkan??
Apa yang ku inginkan? Aku pun mencoba kembali memutar kaset memory ku yang usang, kudapati benda benda masa lalu yang terkadang membuatku pilu dan tak bergerak. Berlari, beranjak lari ke bagian lain, mendapati hariku diisi dengan wanita wanita yang tak lagi ku kenal. Emosi ku, emosiku pun tak ku kenal.

Siapa dia siapa aku? Aku tak lagi mampu mengidentifikasikan semuanya. Menatap seluruh alam disekitarku, membuat ku semakin marah dengan keminimalisan ku sebagai manusia.

Dingin ini membawaku pada satu cerita memory yang tak pernah aku tahu sebelumnya, membiarkan seluruh ruang jantungku terisi dengan sesak.

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..