Doorgaan naar hoofdcontent

Untuk Calon Ibu

Kalau kau memang tidak menginginkan aku,
Lebih baik sekarang untuk menghilangkan aku,

Kalau kau memang tidak siap dengan kehadiranku,
Lebih baik sekarang , untuk tidak menghadirkan aku didunia.


Pernah kah kau berfikir,
bahwa mungkin kamu akan bercerai dengan ayahku?
Pernah kah kau berfikir,
Bahwa kamu akan melukai aku..
Pernah kah kau berfikir,
Bahwa aku akan seribu kali lebih nakal dari apa yang kau bayangkan..

Apa yang terjadi kalau aku kurang ajar pada mu?
Meskipun kau ajarkan aku kebaikan,
Tapi sakit hati ini tak pernah bisa lepas,
Ketika kau melukai aku..

Apakah kau akan mengusir aku,
ketika aku kurang ajar padamu?
Apakah kau akan membuang ku?
Ketika aku tak seperti yang kau ingini..
Apakah kau akan mencoba membunuh ku?
Ketika aku membuatmu terlalu jengkel..

Pikirkan itu,
aku akan seribu kali lebih nakal
Ketika kau menyakiti aku..
Ketika kau bercerai, dan kau tak mau disalahkan atas kelakuanku,
Ketika itu juga aku merasa sangat sakit..

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..