Apa kabar?
Kabarnya kalian
mencari aku.. untuk sebuah kartu bebas masuk ancol dan fasilitasnya.
Kabarnya aku menjauh
dari kalian, keluarga ku..
Kabarnya aku tidak
ingin menerima kontak kalian, dan merahasiakan keberadaan ku.
Yap... itu benar..
Kabarnya juga..
adiku mengirimkan sebuah SMS yang baru ku terima si suatu pagi. Itu juga
benar.. Bunyi sms nya begini.. "Haduh kamu pengecut sekarang ya.."
kurang lebih kata katanya seperti itu. Atau mungkin ada yang terbalik. Sms itu
dia kirimkan setelah menelfon ku berkali kali, dan berujung missed call.
Kabarnya juga, adikku dapat beasiswa S2 di salah satu negara di Eropa (Canada
or Sweden maybe.) Selamat ya.. Semoga mulut mu gak lagi jahat setelah pulang
dari Eropa nanti. Semoga mulut mu bisa ikut belajar juga tentang tata bahasa
sarjana s2 nanti. Sopan kah sms seperti itu dikirim ke kakaknya hanya karena gak angkat telfon?S1 mu dulu di Universitas Brawijaya gak dikasih pelajaran Bahasa Indonesia ya? Karena dengan sms mu itu, sudah membuat orang orang yang
membelaku ingin menampar mu. Apalagi mereka yang pernah bertemu langsung dengan mu, tau sekali bagaimana kamu berbicara dengan kakakmu.
Saya berfikir.. mengirimkan anggota keluarga terkecil untuk menyerangku? "apalagi yang kalian mau?"
Handphone
ku penuh dengan missed call dari kakak, adik, ibu dan ayahku.
Kalian mau kartu?
Sebegitunya kah menginginkan kartu gratis masuk ancol punya ayah ku? Kalau
bukan karena kartu, lalu apa? Mungkin.. ini mungkin.. Mungkin mereka sudah
membaca blog ku sebelumnya yang berjudul "Letter for Mom n Mr N."
Mungkin mereka (ibu dan adikku.. mungkin juga kakakku) marah karena aku menulis
tentang mereka lagi.
Kalau
memang benar kalian membombardir ku dengan telfon dan sms hanya untuk sebuah
kartu privilege gratis masuk Ancol seumur hidup, kalian sampai menyakitiku dan
mengatakan aku pengecut, aku sudah gak tau lagi harus bilang apa.
SMS itu benar benar
menyakitkan hati. Apakah saya pengecut? Karena apa yang saya lakukan selama ini
untuk melindungi diriku dari luka yang lebih dalam dari ini. Aku bisa
menjelaskan kenapa aku tidak lagi ingin berhubungan dengan kalian. Aku bisa
menjelaskan kenapa kalian aku block dalam handphone ku. Kalian, semuanya..
termasuk juga ayahku.. Aku gak ingin berkomunikasi dengan siapapun saat ini.
Aku gak ingin hati ku terluka lebih dalam, atau kehidupan ku yang sedang kearah
stabil ini terguncang lagi. Aku benar benar ingin hidup ku bersih dari kalian
yang selalu berfikir jahat tentang ku. Selalu berfikir aku hanyalah pengganggu
bagi kehidupan kalian, salah satu penyebab dari orang tua ku bercerai, akan
selalu nyusahin, gak akan bisa kerja dan tentang ku lainnya yang ada dikepala
kalian.
Sepertinya, akan
lebih baik bagiku untuk tidak berhubungan dengan kalian sama sekali. Aku pernah
mencoba.. berkali kali.. untuk bisa berhubungan baik dengan kalian. Tapi semua
berujung tidak lancar, entah apapun yang terjadi. Tetapi semua itu membuat aku
tidak ingin berhubungan lagi dengan kalian.
Aku
berlari, terus berlari dan akan terus berlari entah sampai kapan.
Tujuanku
hanya satu, hidup nyaman tanpa kalian. Susah senang ku tidak akan mengganggu
kalian, aku tidak lagi merepotkan kalian. Bagiku masih lebih baik untuk
mengetahui bahwa diriku memang sendiri. Sekarang aku yang menjauh agar tidak
terluka. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk melindungi diriku, daripada aku
terluka lebih dalam.
Beberapa
hari lalu saat dipesawat, aku tidak sengaja menemukan dokumen tentang
percakapan BBM milik ibuku yang dulu. Kalimat demi kalimat didalamnya pun
melukai ku lagi. Seperti :
"Itu untuk menakut nakuti Ayaa aja agar dia bisa lemah."
lalu
"Aya tapi harus diberi punishment"
Hanya 2
kalimat, tapi menyayat hati. Pikiranku sudah kacau kalau membaca itu. Semua orang sudah menyuruhku berhenti untuk membaca kembali tulisan ibuku seperti itu. Aku berhasil berhenti untuk waktu yang cukup lama, 3 atau 4 tahun mungkin.
Didalam
isi BBM itu benar benar terlihat bahwa kalian (ibu, adik dan kakakku) sudah
merasa hebat dapat melemahkan aku, sudah merasa hebat dapat menghukum aku.
Apakah kalian merasa bahwa aku tidak bisa hidup tanpa kalian?
Saat ini
aku sudah bisa terlepas dari kalian itu rasanya sangat bersyukur dan
berterimakasih kepada mereka yang mendampingi dan menolong aku. Aku juga tidak
sedang berusaha sombong, aku juga tidak sedang menunjukkan lebih, karena
semakin aku sombong, kesombongan itu yang akan balik menghabisi aku kedepannya.
Apa yang aku lakukan sekarang sebatas kelebihan dan kekuranganku, kelebihanku
untuk tetap bisa bertahan dijalan-Nya, juga kekurangan ku untuk tidak mampu
menerima kalian lebih dari ini.
Aku lari,
untuk menghindari kalimat kalimat seperti ini muncul lagi dikehidupanku
kedepannya. Kalau kalian juga menganggap ku negative, mari kita sama sama
menjauh.
Dia bilang kepadaku "yang dicari itu bukan kamunya, tapi kartu masuk ancolnya papa mu, yang kebetulan ada dikamu.. makannya kamu dikejar kejar, coba ga ada kartu, mereka ya ga butuh kamu.." Bisa juga.. Seenggaknya kalimat ini lebih menenangkan ku daripada kalimat dari kalian.
Reacties
Een reactie posten