Doorgaan naar hoofdcontent

Malem ini aneh, Tapi aku masih bersama Mu

Aku baru aja pulang dari Persekutuan Doa,,
tiba tiba merasa sangat mellow n sedih bgt.
Ga tau knapa..

Lalu aku benar - benar kangen akan hadirnya sebuah kluarga,
dijalan bercerita sedikit bersama teman ku Ferdi..
Cerita akan kerinduan seorang ibu,,
Aku sadar aku merasa kosong tanpa kluarga..

Ga ada yang mau jadi musuhan seperti ini,
tapi aku juga ga tau bagaimana mengatasinya,

Sampai dirumah, makin mellow aja..
aku nyalakan kompie lalu putar lagu.
Lagu GMB, Bondan (Kita Selamanya, Ya Sudahlah, Bumi Kelangit), Eminem With Rihana - Love The Way U Lie menjadi playlist ku 2 malam terakhir.
Aku hanya browsing, dan melihat lihat foto lama..

kutemukan foto - foto kluarga ku,
mengulang kembali memory saat itu, lalu sakit ku rasa.
Hanya sekedar melihat dengan kerinduan penuh..
dan semakin sakit..

yah,, lagi lagi hanya benda tipis kecil menyatu bersamaku.
dengan deraian air mata yang tak ku mengerti apa artinya..

saat lagu GMB terputar..
"Kau besertaku.. badai berlalu"
"selalu Kau janjikan pelangi,, selalu Kau janjikan jawaban pasti di setiap doa ku.."
Tuhan, aku percaya, sampai detik ini, aku berusaha percaya. walau dengan terseok seok..
But I Trust in You..

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..