Doorgaan naar hoofdcontent

Proses Ku

Tuntutan menjadi seorang aku, untuk menjadi wanita yang sukses ditengah persoalan yang ku hadapi. Masalah gejolak batin yang tak pernah kunjung usai. Ketakutan demi ketakutan yang tak pernah kurasa itu bahagia. Tiap tetes yang ku keluarkan berasa peluh yang tak pernah berakhir.
- dan aku pun tak tahu bagaimana mengakhirinya.

Tapi tetap ku cari bahagia. Kucoba hentikan semua sakit dan gejolak batin ku. Polemik demi polemik seakan terus berawan di kepalaku. Menghantui setiap malam ku yang tetap setitik.

Aku coba tegar. Ini bukan mauku. Ku coba melawan semua, demi sesuatu yang indah didepan. Ini mungkin menjadi saat perjuanganku. Ditengah orang orang yang sangat care dengan ku.

Ku tahu cinta mu, ku tahu cinta mereka. Ku tahu Engkau pun juga mencintai aku. Membentuk aku menjadi bejana indah, dengan beribu tempaan yang aku tau itu akan membuat ku sempurna. Aku juga tau itu akan membuatku derita, tapi Engkau begitu baik dan Maha Pengasih. Kau tak membiarkan aku berjalan di jalan yang mulus, tapi tak berujung. Semua ini memang berbatu, berduri, bahkan berlubang, berlumpur hingga bercampur air laut.

Ini jalan ku, ya ini jalanku. Mengurai setiap kehidupan yang menjadi titik staknan ku, tak berkutik tak bergerak. Kini ku berusaha merangkak, kembali belajar berjalan. Tatih demi tertatih, mengolah setiap gerakanku, hingga akhirnya aku bisa berlari.

Terimakasih untuk keluargaku tercinta Antonius Murnihardo yang menjadi ayah kebanggaanku yang selalu sabar menanti setiap ulahku. Terimakasih untuk ibu terkasih, Maria Immaculatta Asri Wulandari yang tak pernah berhenti membuang amarah dan omelannya demi kebaikanku. Terimakasih untuk kakak ku tercinta, Wilfridus Andri Wicaksono yang masih sabar dengan tangisan ku, dan segala keras kepalaku. Untuk Cici Archangela Monita Mentarie yang mau berbagi disetiap keluh kesah ku, kita akan menjadi keluarga yang baik ci.. Me promise. Untuk adikku Agnes Widiasari yang mau memaafkan setiap kelakuan ku yang mengesalkanmu. Percayalah, aku sangat merindukan saat kita kecil, penuh canda dan tawa. Penuh kegembiraan, tangis dan selalu kompak dengan baju yang tak pernah mau dibedakan.

Untuk seluruh keluarga besar ayah ku yang sudah sukses menempuh perjalanan dunia ini. Kalian adalah motivasiku.

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..