Doorgaan naar hoofdcontent

Jauh Diantara Sana

Jauh Diantara Sana
Wednesday, February 18, 2009
8:59 PM
Jauh diantara sana..
Pernah ada sbuah kisah tentang kita.
Tentang dunia nyata bagaikan fenomena antah berantah..
Yang tak pernah lekang terhapus oleh waktu.
Terlebih dalam memoriku,,
eh.. Memori luka ku.

Sejenis atom yang kecil..
Tapi menyakitkan bagi tubuhku.
Menghisap setiap darah yang mengalir ditubuhku..
Menghilangkan setiap akal sehat yang ada di otakku.
Membuat buta mataku,sehingga sakit itu melanda setiap pengelihatanku.

Begitu banyak nada bersua diluar sana..
Yang membuat tulang ku kaku dan linu karena LUKA MU!!

Ya... Luka yg kau buat.
Terus melekat ditubuhku, terlebih dalam memoriku.

Lagi- lagi memoriku,
memoriku selalu bermain disaat stiap partikel hitam menyayat mataku..
Sehingga sel otakku trauma berat karena lagi-lagi air dari balik mataku keluar tak henti.
Semua ini karna ulahmu!
Ulahmu yg membuat aku bgini.
Tersiksa ribuan tahun dalam setiap kenangan buruk akan kelakuanmu..

Tapi hanya ada dua ketulusan cinta yang mampu memaafkan mu..
Kecuali aq..

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..