Doorgaan naar hoofdcontent

SIM A

Cerita SIM ku hanya di akui oleh orang lain selain keluargaku. Tau kenapa?
Aku juga ga tau.


Kalau aku menyertir, rasanya biasa aja. Ga ada yang aneh. Hanya mungkin aku terbiasa dengan belajar sendiri. Yaa.. Aku bisa menyetir karena aku belajar sendiri.


Mereka bilang aku belum bisa nyetir.
Atau kalau kata kakakku "kamu nyetir aja belum bener!!"
So, karena itu lah aku tidak memiliki kredibilitas untuk bawa mobil dirumah.


Kalau memang begitu.. Kenapa ya mereka ga ambil waktu untuk ajari aku menyetir? Atau memang aku tidak pantas buat mereka??


Okelah aku maklum aja.
Mereka kan tidak pernah menganggap aku ada. Pantas kalau aku tidak bisa menyetir menurut mereka, sedangkan adik dan kakakku diajari oleh orang tua ku atau kursus menyetir.


Diluar, aku bisa dianggap orang. Aku bisa punya peranan. Walaupun kalau dirumah aku selalu kabur dari rumah, pergi entah kemana, asal hatiku tenang.


Hufftt..
Bertahan ya, Drey!
Hidupmu sebentar lagi berakhir kawan...

Reacties

Populaire posts van deze blog

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu

  VIVAnews - Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago , menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati. Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara. Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan. Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusak...

Lagi

Sebenarnya ini sudah lama, tapi baru sempat di posting sekarang.. Satu lagi kisah hidup ku tertorehkan di tangan. Ketika aku harus kembali kerumah, merasakan sakit seperti yang pernah ku tuliskan. Ketika aku terbayang akan kredibilitas yang tak kudapatkan, tekanan atau luka yang ku rasakan. Sejak diberitahu untuk pulang ke rumah ibuku, aku sudah sakit. Aku menahan setiap sakit ku, aku tak mengerti, perih luka dan hanya tangis yang aku punya. Rasa hati ingin marah, membentak, membanting dan berteriak. Tapi aku tahu itu tak diperkenankan di rumahku, bahkan di dunia ini. Semua orang berharap ini tak terjadi lagi padaku. it's gassed up if it thinks it's stopping me. I promise everyone, but in fact? Let's be honest.. This is me! Inilah aku ketika luka itu kembali terbuka dan terluka. Tak tahan dengan yang ada, hanya ingin mengeluarkannya dari dalam tubuh ini. Amarah, luka, dan kenangan buruk semua seolah membuatku 'kecanduan' akan darahku sendiri. Pikiran k...

I know He Will

Thank God..  I knew You will..