Apa kabar? Kabarnya kalian mencari aku.. untuk sebuah kartu bebas masuk ancol dan fasilitasnya. Kabarnya aku menjauh dari kalian, keluarga ku.. Kabarnya aku tidak ingin menerima kontak kalian, dan merahasiakan keberadaan ku. Yap... itu benar.. Kabarnya juga.. adiku mengirimkan sebuah SMS yang baru ku terima si suatu pagi. Itu juga benar.. Bunyi sms nya begini.. "Haduh kamu pengecut sekarang ya.." kurang lebih kata katanya seperti itu. Atau mungkin ada yang terbalik. Sms itu dia kirimkan setelah menelfon ku berkali kali, dan berujung missed call. Kabarnya juga, adikku dapat beasiswa S2 di salah satu negara di Eropa (Canada or Sweden maybe.) Selamat ya.. Semoga mulut mu gak lagi jahat setelah pulang dari Eropa nanti. Semoga mulut mu bisa ikut belajar juga tentang tata bahasa sarjana s2 nanti. Sopan kah sms seperti itu dikirim ke kakaknya hanya karena gak angkat telfon? S1 mu dulu di Universitas Brawijaya gak dikasih pelajaran Bahasa Indonesia ya? Karena denga...
Ah … lama rasanya gak pernah nulis lagi tentang bagaimana aku dan kehidupan broken home ku. Kali ini aku mau menulis rekap dari apa yang aku rasakan. Untuk ibu, mama, mami, emak ku.. Dan juga si selingkuhannya Mr "N" yang pernah bekerja di DEPNAKER. Ini adalah curhatan anak broken home, dari hati yang paling broken. Aku tau dari awal kali aku merasa hancur secara psikologis, ibu ku tidak mengakuinya. Dear Mom.. I wish you read this. Untuk Mr "N" yang berhasil merusak kebahagiaan keluarga saya.. Hampir 20 tahun berlalu sejak 1999.. Saat itu saya masih terlalu kecil tetapi saya tahu segalanya. Saya mengingat setiap kejadian kejadian yang saya alami sejak kecil. Saya tidak sedang berusaha membuka kembali masalah dengan anda, atau ibu saya. Saya juga tidak berusaha memperbaiki hubungan saya dengan ibu saya yang sudah rusak. Karena kamu.. Iya kamu.. Buat saya sudah gak ada gunanya lagi, tapi saya mengungkapka...